Tips Menjauhkan Diri dari Perzinaan

Maka menurut saya (penulis; Musthafa Al-Adawi), setiap jalan yang mengarah ke perbuatan keji ini harus diblokir dan setiap pintu tempat masuk kepadanya harus ditutup. Di antara jalan yang mengarah kepadanya dan berusaha kami tutup adalah ; melihat sesuatu yang telah diharamkan Allah kepada kita, mendengarkan lagu-lagu cabul, berbagai macam jenis alat musik yang bersenar, berkhalwat dengan lawan jenis yang diharamkan, melemahlembutkan suara (di depan lawan jenis), ber-tabarruj (berhias berlebih-lebihan dan terlarang bagi wanita), pelesiran, bepergian tanpa mahram bagi kaum muslimah, berhias bukan untuk mahram, menghentak-hentakkan kaki untuk menampakkan keindahan yang tersembunyi, berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, memakai wewangian ketika keluar rumah bagi kaum wanita, dan hal-hal lain yang dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan keji ini.

Lain dari itu, telah ada perintah untuk mencegah perbuatan keji ini. Di sana ada perintah untuk bertakwa kepada Allah, dan muraqabatullah (senantiasa merasa diawasi oleh Allah) baik ketika sembunyi dan ketika terang-terangan. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an Allah mengingatkan bahwa Dia mengetahui segala yang tersembunyi dari mata manusia dan segala yang tersembunyi di dalam dada. Dia mendengar dan melihat. Dia senantiasa bersama kita di mana pun kita berada. Dan berulang-ulang Al-Qur’an mengingatkan bahwa ada dua malaikat yang senantiasa menulis amal perbuatan kita:

إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿٤﴾

Setiap orang pasti ada penjaganya. (At-Thâriq [86]: 4)

إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿بَلَى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ ﴿٨٠﴾

Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka. (Az-Zukhrûf [43]: 80)

 

إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٩﴾

Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. (Al-Jâtsiyah [45]: 29)

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ﴿٧﴾ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ﴿٨﴾

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (Al-Zalzalah [99]: 7 – 8)

﴿وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَاوَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا﴾ [الكهف: 49]

Dan diletakkankanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.” Dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menzhalimi seorang jua pun. (Al-Kahfi [18]:49)

﴿أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ﴾ [المجادلة: 6]

Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu) meskipun mereka telah melupakannya. (Al-Mujadilah [58]: 6)

Dan ayat-ayat lain yang mendorong kaum muslimin untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah, menyadarkan mereka untuk senantiasa bertakwa kepada-Nya, dan mengingatkan mereka untuk senantiasa waspada  hari kiamat, dan berbagai peristiwa yang ada padanya.

Selain itu, di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah juga terdapat nash-nash yang berisi perintah-perintah untuk menjauhi perbuatan keji ini. Allah berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ …

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bersolek seperti orang-orang jahiliah dahulu. (Al-Ahzâb [33]: 33)

Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah Memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. (An-Nûr [24]: 33)

Allah memerintahkan untuk meminta ijin ketika akan memasuki kamar orang tua bagi anak-anak yang telah cukup umur. Beliau bersabda:

“Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat menundukkan pandangan, dan juga lebih bisa menjaga kemaluan. Namun, siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya. [1]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan.[2]

Al-Qur’an dan Al-Hadits mengingatkan kita untuk hati-hati ketika kumpul-kumpul dengan teman-teman yang jelek atau amoral. Teman-teman amoral yang selalu menyeret manusia pada perbuatan keji dan menjadikannya indah bagi mereka.

Demikian pula mengunjungi tempat-tempat lahwun (sia-sia), batil, serta pelesir ke negeri-negeri kafir untuk urusan yang sebetulnya tidak penting dan tidak diperlukan bagi seseorang untuk bepergian ke tempat-tempat tersebut. Masih banyak lagi peringatan lainnya yang diberikan oleh Al-Qur’an untuk menghindari berbagai jalan yang dapat menjerumuskan seseorang pada kejahatan yang sangat dibenci tersebut.

Wallahu A’lam

Amar Abdullah bin Syakir

Sumber :

Bahtsu Fi Qaulihi Ta’ala : Walaa Taqrabuz Zina, Musthafa Al-Adawi, ei.hal : 95-99.

 

Catatan :

[1] HR. Bukhari, no. 50, 65; Muslim, no. 1400

[2] Seluruh jalur periwayatan hadits ini derajatnya hasan. Imam Abu Dawud menyebutkannya dalam hadits no. 495, dengan lafazh:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka di kamar tidurnya.

 

 

 

Bagikan Halaman :

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Posts

🕌 Jadwal Sholat
Bogor, Jawa Barat
--:--:--
Sholat berikutnya: Loading...
🌙
Subuh
--
🌅
Syuruq
--
☀️
Dzuhur
--
🌤️
Ashar
--
🌇
Maghrib
--
🌌
Isya
--

Kamu Mau Gabung Program Kebaikan ?

Mari bersama menghadirkan kepedulian melalui program Al Hisbah Peduli. Setiap bantuan yang diberikan menjadi langkah nyata untuk membantu dan berbagi kepada sesama.

Yayasan Al Hisbah adalah yayasan yang menaruh perhatian pada amar ma’ruf nahi mungkar dan dakwah kepada Allah ta’ala. Didirikan pada tahun 1431 H/2009 M.

Hisbah.or.id adalah situs media Islam online yang menyajikan berbagai konten Islam bermanfaat, dengan tujuan menyebarluaskan pengetahuan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan berbagai intisari Islam. Materi yang disajikan meliputi: artikel, eBook, audio, video dan poster dakwah.

Kontak Kami

Nomor Whatsapp / Telepon :

+6285883752092

Alamat Email :

yayasanalhisbah@gmail.com

Alamat Kantor :

Blok Pala, Jl. Raya Ciapus, Tamansari, Kec. Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610