Statistik Kejahatan Zina

Ini adalah fakta yang diungkapkan oleh para ilmuwan yang berpengalaman :

Perbuatan keji seperti; zina, homoseks, dan hubungan seks yang menyimpang telah tersebar luas di tengah-tengah masyarakat. Mereka rela menjadikan perbuatan keji tersebut sebagai kepribadiannya; bahkan mereka bangga, mempublikasikan dan mengeksploitasinya. Mereka membangun klub-klub, membentuk asosiasi-asosiasi dan menyelenggarakan demo-demo guna menutupi aib mereka dalam berbuat keji tersebut. Mereka juga menerbitkan buletin, majalah, dan corong-corong pemberitaan.

Kemudian dalam ‘dakwah’, promosi dan demonstrasi mereka mengadakan pertemuan-pertemuan, pelesiran dan jamuan makan telanjang. Menulis makalah dan buku hingga ribuan judulnya; memutar berbagai macam pentas seni, cerita, dan film yang mengagungkan perzinaan dan berbagai macam hubungan seks menyimpang. Mengajarkan masalah seks dan berbagai macam alat kontrasepsi kepada anak-anak di sekolah.

Hasilnya, berdasarkan data statistik yang ada pada tahun 1983 M, 12,5 juta anak di Amerika Serikat hidup hanya dengan ibu mereka tanpa pernah tahu siapa ayahnya. Angka ini di luar anak-anak yang ditampung di panti-panti sosial, yang tentunya jumlahnya jauh lebih besar lagi. Selain itu, data statistik tahun 1979 -1988 M menyebutkan bahwa jutaan remaja puteri mengalami pendarahan hebat karena melahirkan di luar nikah. Data ini belum termasuk yang mengalami keguguran, padahal jumlah mereka juga mencapai jutaan orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat sebuah perkiraan bahwa pada tahun 1976 M telah terjadi 25 juta kasus aborsi, dan pada tahun 1984 M meningkat menjadi 50 juta kasus dalam setahunnya. Data ini sesuai dengan yang dirilis oleh majalah TIME Amerika Serikat. Di Amerika, pernikahan adalah masalah yang rumit. Menurut laporan resmi, pada tahun 1980 M terjadi 75 % perselingkuhan dari pasangan suami istri yang ada.

Di Inggris, berdasar data statistik yang ada, sejak lima belas tahun terakhir, angka perceraian yang ada adalah dua banding satu (artinya: satu dari dua orang pasangan mengalami perceraian). Untuk mengetahui seberapa besar perzinaan dan kebebasan yang ada dalam masyarakat tersebut (masyarakat Barat), tidak ada salahnya jika kita menilik secuil kehіdupan dari orang-orang yang dianggap sebagai pengajar kesucian bagi mereka, serta menganggap kesucian sebagai bagian dari akhlak mereka.

Menurut sensus yang diterbitkan oleh Daily Mil pada tahun 1980 M, disebutkan bahwa 80 % dari biarawan maupun biarawati serta para pengurus gereja terbiasa melakukan perzinaan. Sementara sekitar 40 % dari mereka terbiasa dengan praktik hubungan seks menyimpang. Gereja-gereja yang ada di sana pun (Barat) sebagian besar membolehkan praktik perzinaan dan homoseksual, bahkan akad pernikahan sejenis antara laki-laki dengan laki-laki dapat dilangsungkan di sebagian gereja di bawah bimbingan para pendeta.

Penyimpangan seksual telah tersebar luas dengan cepatnya di masyarakat Barat. Apalagi pihak pemerintah pun telah mengesahkan undang-undang yang membolehkan perzinaan dan penyimpangan seks, selama hal itu dilakukan oleh orang-orang yang telah baligh dan tidak ada paksaan. Oleh karena itu, ribuan organisasi dan klub yang mengayomi para pengidap seks menyimpang ini tumbuh bak jamur di musim hujan.

Departeman Penerangan Inggris menyatakan, “Para pengidap kelainan seksual telah keluar dari dunia mereka yang tersembunyi menuju dunia nyata. Bahkan telah disediakan klub-klub, bar, taman, pantai, kolam renang, dan WC khusus untuk mereka. Menurut data statistik yang ada, sejak 15 tahun terakhir jumlah pengidap kelainan seksual di wilayah Amerika Serikat mencapai 20 juta orang lebih. Jumlah ini dipersubur oleh pengakuan pihak gereja terhadap kebiasaan menyimpang ini; yaitu zina dan homoseks. Secara resmi pihak gereja menyatakan bahwa homoseks sesama jenis (gay maupun lesbi) tidak bertentangan dengan ajaran gereja.

Salah seorang Kardinal (pangkat satu tingkat di bawah  Paus) Inggris menyatakan, “Gereja Anglikan akan mengesahkan hubungan sejenis, dan gereja juga tidak melarang seorang yang memiliki kelainan seksual menjadi Uskup.” Keputusan ini dikeluarkan setelah majalah homoseks Sinteh yang terbit di Inggris menyerang agama Kristen karena melarang penyimpangan seksual.

Tersebarnya perbuatan keji dan dilakukan dengan terang-terangan, sebagai syarat yang telah disebutkan oleh Rasulullah ﷺ di awal sabda beliau: “Tidaklah perbuatan keji (zina) nampak pada suatu kaum, hingga mereka mengumbarnya secara terang-terangan…” betul-betul telah terjadi.

Apakah jawaban dari syarat tersebut juga telah terjadi ? Benar! Penyakit kelamin telah muncul di tengah-tengah mereka dalam bentuk berbagai macam wabah yang menyebabkan rasa sakit dan pusing kepala. Dunia telah menyaksikan gelombang dahsyat tersebarnya wabah penyakit syihpilis beberapa dekade, sejak muncul pertama kali pada tahun 1494 M. Selama lebih kurang lima abad penyakit ini telah merenggut ratusan juta nyawa manusia, dan merusak kehidupan ratusan juta lainnya.

Perhatikan dengan baik wujud kuman penyakit ini yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ia adalah kuman yang sangat kecil lagi lemah. Namun demikian kuman adalah pembunuh paling berbahaya yang dapat menyerang seluruh organ tubuh, hingga ketika pengidapnya lalai ia dapat menghancurkan dan membinasakannya. Hal ini terjadi setelah penderitanya mengalami rasa sakit dan pusing selama bertahun-tahun. Rasa sakit dan pusing yang belum pernah dijumpai dan didengar oleh manusia waktu itu.

 

Meskipun berbagai macam alat kontrasepsi telah ditemukan, penyebaran penyakit kelamin ini terus saja bertambah. Setiap tahun penyakit ini menyerang sekitar 50 juta orang.

 

Wallahu A’lam

 

Amar Abdullah bin Syakir

 

Sumber :

Bahtsu Fi Qaulihi Ta’ala : Walaa Taqrabuz Zina, Musthafa Al-Adawi, ei.hal : 57-61.

 

Bagikan Halaman :

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Posts

🕌 Jadwal Sholat
Bogor, Jawa Barat
--:--:--
Sholat berikutnya: Loading...
🌙
Subuh
--
🌅
Syuruq
--
☀️
Dzuhur
--
🌤️
Ashar
--
🌇
Maghrib
--
🌌
Isya
--

Kamu Mau Gabung Program Kebaikan ?

Mari bersama menghadirkan kepedulian melalui program Al Hisbah Peduli. Setiap bantuan yang diberikan menjadi langkah nyata untuk membantu dan berbagi kepada sesama.

Yayasan Al Hisbah adalah yayasan yang menaruh perhatian pada amar ma’ruf nahi mungkar dan dakwah kepada Allah ta’ala. Didirikan pada tahun 1431 H/2009 M.

Hisbah.or.id adalah situs media Islam online yang menyajikan berbagai konten Islam bermanfaat, dengan tujuan menyebarluaskan pengetahuan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan berbagai intisari Islam. Materi yang disajikan meliputi: artikel, eBook, audio, video dan poster dakwah.

Kontak Kami

Nomor Whatsapp / Telepon :

+6285883752092

Alamat Email :

yayasanalhisbah@gmail.com

Alamat Kantor :

Blok Pala, Jl. Raya Ciapus, Tamansari, Kec. Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610