Tazkiyyatu An-Nafs (Menyucikan Jiwa)

Kata “Tazkiyyah”  meski makna asalnya adalah “an-Namaa’” (berkembang), al-Barakah (barakah), dan “ziyadah al-Khair”  (tambahan kebaikan), tapi bisa juga bermakna menghilangkan sesuatu. Berdasarkan hal tersebut, orang yang melakukan “tazkiyah”, terkumpul padanya makna tersebut. Allah ta’ala berfirman,

“Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhiarat (Qs. Al-Fushshilat : 6-7)

Yaitu tauhid dan iman yang dengannya hati dapat menjadi bersih dan suci. Tauhid dan iman merupakan penolakan terhadap ketuhanan yang lain selain Allah dan menetapkannya di dalam hati. Itulah hakikat “Laa ilaaha illallah” (tidak ada ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah) dan inilah inti yang dapat membersihkan dan mensucikan hati.

Tazkiyah adalah menjadikan sesuatu menjadi bersih dan suci, baik pada zatnya, keyakinan, maupun pada apa yang diinformasikan. Sebagaimana ungkapan, “Addal tuhu”, maksudnya, saya menjadikannya adil, baik dalam dirinya sendiri atau pada keyakinan manusia.

Allah ta’ala berfirman,

Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci (Qs. An-Najm : 32) yakin janganlah kalian memberitahukan akan kesuciannya.

Ayat ini berbeda dengan firmanNya,

“Sungguh beruntung orang yang mensucikannya (jiwa itu) (Qs. Asy-Syams : 9)

Oleh karena itu Dia berfirman,

“Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa (Qs. An-Najm : 32)

Adapaun firman Allah,

“ Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani) ? sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki (Qs. An-Nisaa : 49), yakni ia menjadikannya suci dan memberitahukan akan kesuciannya, sebagaimana seorang pembela menyucikan orang yang dipersaksikannya lalu memberitahukan akan keadilan mereka. Ibnu Abi Mulaikah berkata, “Aku mendapatkan 30 orang shahabat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– , semua mengkhawatirkan kemunafikan atas dirinya.

Dari Ali atau Khuzaifah –semoga Allah meridhainya-, ia berkata, “Hati itu ada empat macam : hati yang bersih, di dalamnya terdapat cahaya bersinar, itulah hati orang mukmin. Hati yang tertutup, itulah hati orang kafir. Hati yang terbalik, itulah hati orang munafik. Hati yang di dalamnya terdapat keduanya, satu yang menariknya kepada iman, dan satu lagi selalu menariknya kepada kemunafikan, mereka itulah orang-orang yang mencampur adukan amal shalih dengan perbuatan buruk”.

Jika hal ini telah diketahui, maka diketahui pulalah bahwa setiap hamba mengambil manfaat dengan apa yang disebutkan pada iman berupa pujian terhadap cabang-cabang iman dan celaan terhadap cabang-cabang kekafiran, ini sebagaimana yang dikatakan sebagian (ulama) mengenai firman Allah,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs. Al-Fatihah : 6)

Apa manfaat meminta petunjuk ? Ada yang menjawab bahwa yang dimaksud adalah agar diberi ketetapan untuk terus-menerus di atas petunjuk.

Kebaikan manusia itu terdapat pada keadilannya sebagaimana kerusakannya terdapat pada kezaliman, dan sesungguhnya Allah ta’ala telah meluruskan dan menyempurnakan ketika menciptakannya. Kesehatan dan kekuatan jasmani adalah dengan berfungsinya seluruh persendian dan anggota badan, dan penyakitnya adalah penyelewengan dan kesesatan.

Demikian pula keistiqamahan hati, kelurusan, kesederhanaan, kekuatan dan kebaikannya, semuanya saling berkaitan.

Sumber :

Tazkiyatun Nafs, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Edisi Bahasa Indonesia), hal. 116-118

Bagikan Halaman :

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Posts

  • All Posts
  • Akhlaq
  • Akidah
  • Artikel Islam
  • DAKWAH
  • Fikih
  • Keluarga
  • Khutbah
  • Muslimah
  • Ramadan
  • Siroh
  • Umum
    •   Back
    • Belajar Islam
    • Hukum Islam
    •   Back
    • Kajian Rutin
    • Tabligh Akbar
    • Taklim
    • Kajian Muslimah
    •   Back
    • Khutbah Jum'at
    • Khutbah Hari Raya
    • Khutbah Umum
Load More

End of Content.

🕌 Jadwal Sholat
Bogor, Jawa Barat
--:--:--
Sholat berikutnya: Loading...
🌙
Subuh
--
🌅
Syuruq
--
☀️
Dzuhur
--
🌤️
Ashar
--
🌇
Maghrib
--
🌌
Isya
--

Kamu Mau Gabung Program Kebaikan ?

Mari bersama menghadirkan kepedulian melalui program Al Hisbah Peduli. Setiap bantuan yang diberikan menjadi langkah nyata untuk membantu dan berbagi kepada sesama.

Yayasan Al Hisbah adalah yayasan yang menaruh perhatian pada amar ma’ruf nahi mungkar dan dakwah kepada Allah ta’ala. Didirikan pada tahun 1431 H/2009 M.

Hisbah.or.id adalah situs media Islam online yang menyajikan berbagai konten Islam bermanfaat, dengan tujuan menyebarluaskan pengetahuan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan berbagai intisari Islam. Materi yang disajikan meliputi: artikel, eBook, audio, video dan poster dakwah.

Kontak Kami

Nomor Whatsapp / Telepon :

+6285883752092

Alamat Email :

yayasanalhisbah@gmail.com

Alamat Kantor :

Blok Pala, Jl. Raya Ciapus, Tamansari, Kec. Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610